2010
Kurikulum dan cara mengajar terus disempurnakan sejak tahun ini
8–15
Peserta per kelas, supaya pengajar hafal kelemahan tiap peserta
2 minggu
Jarak antar real try out di masa intensif, lengkap dengan laporan belajar
3 cara
Belajar: tatap muka di Bintaro, kelas Zoom, dan aplikasi BrainPro
Memperkuat dasar dengan Bright Theory
Banyak peserta tes kedinasan, PTN, dan CPNS kesulitan karena dasarnya lemah. Karena itu fase awal dipakai untuk memperbaiki pemahaman dasar di semua materi. Bab-bab dasar disusun ulang dalam Bright Theory dan langsung dilatih dengan soal bertipe ujian.
Latihan bertahap menuju soal sulit
Setelah dasarnya kuat, peserta mulai mengerjakan materi dan soal yang lebih sulit. Latihannya dibagi per bagian supaya tidak jenuh, dengan soal yang disusun mengikuti kisi-kisi dan pola ujian tahun-tahun terakhir.
F-Learning
Materi disampaikan dengan empat prinsip F-Learning:
First
Peserta mendapat cara-cara yang belum diketahui peserta lain.
Fight
Mengajar sambil terus menjaga semangat peserta.
Fun
Belajar diselingi permainan, kuis Kahoot, dan kegiatan lain.
Faith
Setiap sesi diawali dan ditutup dengan doa.
Real try out dan laporan belajar
Di luar masa intensif, try out diadakan sebulan sekali. Di masa intensif, dua minggu sekali. Try out berjalan seperti ujian sungguhan dan diawasi: tatap muka untuk program tatap muka, lewat Zoom untuk program daring.
Setiap selesai try out, peserta menerima laporan belajar berisi hasil try out, persentase kehadiran, dan seberapa besar peluangnya lolos di sekolah atau instansi tujuan.

Blended learning
Tiga cara belajar dalam satu program: tatap muka di Bintaro, kelas Zoom, dan aplikasi BrainPro untuk latihan tiap hari. Ketinggalan satu sesi, materinya tetap ada.

Strategi menjelang ujian
Menjelang ujian, peserta dibekali strategi mengerjakan soal: cara membagi waktu, urutan mengerjakan, dan langkah teknis di hari ujian. Tujuannya supaya peserta masuk ruang ujian dengan percaya diri.
